Home
Links
Bible Versions
Contact
About us
Impressum
Site Map


WoL AUDIO


Bible Treasures
Doctrines of Bible
Key Bible Verses


Afrikaans
عربي
Azərbaycanca
Bahasa Indones.
বাংলা
Български
Cebuano
Deutsch
English
Español
فارسی
Français
հայերեն
עברית
हिन्दी
Kiswahili
Кыргызча
മലയാളം
O‘zbek
Peul
Polski
Português
Русский
Srpski/Српски
தமிழ்
తెలుగు
Türkçe
Українська
اردو
Uyghur/ئۇيغۇرچه
ייִדיש
Yorùbá
中文


ગુજરાતી
Hausa/هَوُسَا
Latina
Magyar
Norsk

Home -- Indonesian -- Acts - 024 (Peter and John Imprisoned; The Common Prayer)
This page in: -- Arabic -- Armenian -- Azeri -- Bulgarian -- Chinese -- English -- French -- INDONESIAN -- Poprtuguese -- Russian -- Serbian -- Tamil -- Turkish -- Urdu? -- Uzbek -- Yiddish

Previous Lesson -- Next Lesson

KISAH PARA RASUL - Mengiringi Pawai Kemenangan Kristus
Pendalaman Alkitab Kisah Para Rasul
BAGIAN 1 - PENDIRIAN GEREJA YESUS KRISTUS DI YERUSALEM, YUDEA, SAMARIA, DAN SYRIA - Melalui Rasul Petrus, Dibawah Tuntunan Roh Kudus (Kisah Para Rasul 1 - 12)
A - Perkembangan dan pertumbuhan gereja mula-mula di Yeruslem (Kisah Para Rasul 1 - 7)

11. Petrus dan Yohanes Dipenjarakan dan Diperhadapkan ke Pengadilan untuk Pertama Kalinya (Kisah Para Rasul 4:1-22)


KISAH PARA RASUL 4:19-22
19 Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah. 20 Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar." 21 Mereka semakin keras mengancam rasul-rasul itu, tetapi akhirnya melepaskan mereka juga, sebab sidang tidak melihat jalan untuk menghukum mereka karena takut akan orang banyak yang memuliakan nama Allah berhubung dengan apa yang telah terjadi. 22 Sebab orang yang disembuhkan oleh mujizat itu sudah lebih dari empat puluh tahun umurnya.

Mahkamah agama memutuskan bahwa kedua rasul itu dan orang yang mereka sembuhkan tidak boleh lagi memberitakan nama Yesus. Kedua saksi itu, kemudian, menjawab bahwa kalau mereka harus memilih antara kehendak Allah dengan keputusan manusia maka mereka tidak memiliki pilihan kecuali mentaati Allah. Mereka harus melawan segala kemunafikan dan kepura-puraan. Perlawanan ini bukan karena roh pemberontakan, tetapi karena ketaatan kepada Roh Kudus, yang memimpin orang-orang percaya bukan kepada pemberontakan bersenjata, tetapi untuk bersaksi dengan penuh keberanian bagi Yesus.

Kedua rasul itu secara bersama-sama menjawab, “Kami tidak bisa berhenti berbicara mengenai apa yang sudah kami lihat dan kami dengar.” Hati dan kehidupan mereka dipenuhi dengan pengalaman-pengalaman dengan Kristus, yang sudah bangkit dari kematian. Karena kelimpahan dari hati maka mulut berbicara. Jadi, saudara, bagaimana anda berbicara di sepanjang hari? Berapa sering anda menyebutkan nama Yesus? Apakah Roh Tuhan berdiam di dalam kehidupan anda? Atau apakah roh cinta uang, kenajisan dan ketidakperdulian menguasai diri anda? Anda adalah apa yang anda katakan. Anda bukan apa yang bisa tidak anda katakan. Saksi-saksi Yesus yang kudus tidak bisa tidak memuliakan Tuhan mereka yang hidup, karena mereka sudah menerima Roh Kudus, dan Ia sudah menjadikan mereka sebagai saksi bagi pribadi Yesus. Inilah jabatan, pelayanan dan tugas mereka. Kuasa Allah ada di dalam kesaksian akan pekerjaan dan perkataan Yesus. Jadi katakanlah, dan jangan berdiam diri. Berdoalah, sebelum anda berbicara, agar anda hanya sekedar menjadi canang yang berkumandang atau gong yang berdentang saja.

Para pemimpin dari bangsa itu tidak bisa merancang cara apapun untuk menghukum atau melenyapkan saksi-saksi Kristus tanpa memancing kerusuhan di antara bangsa itu dan membahayakan kekuasaan mereka. Jadi mereka memberi peringatan kepada para rasul, berharap bahwa mereka bisa memberikan ancaman yang kemudian akan membuka kesempatan bagi mereka mendapatkan hak dan kemampuan untuk menghambat gerakan Kristus. Betapa luar biasanya, karena di seluruh Yerusalem dipenuhi dengan pujian kepada Allah, karena kekaguman atas kesembuhan ajaib yang terjadi. Penduduk di sana langsung memahami dari mujizat itu bahwa kehadiran yang Maha Tinggi belum beranjak dari kota mereka, dan bahkan sudah menjamah orang-orang yang dipandang hina. Kuasa keselamatan-Nya bekerja melalui saksi-saksi Kristus.


12 Doa Bersama Jemaat (Kisah Para Rasul 4:23-31)


KISAH PARA RASUL 4:23-31
23 Sesudah dilepaskan pergilah Petrus dan Yohanes kepada teman-teman mereka, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang dikatakan imam-imam kepala dan tua-tua kepada mereka. 24 Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: "Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. 25 Dan oleh Roh Kudus dengan perantaraan hamba-Mu Daud, bapa kami, Engkau telah berfirman: Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? 26 Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar berkumpul untuk melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya. 27 Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi, 28 untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendak-Mu. 29 Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu. 30 Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus." 31 Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.

Setelah mereka dilepaskan, kedua rasul kemudian kembali ke ruang atas, dimana beberapa orang saudara sedang berkumpul bersama untuk terus berdoa. Selama masih ada satu saja di antara mereka yang ada di dalam penjara, mereka akan terus berdoa secara bergiliran, meminta agar Tuhan memberikan kepada orang yang sedang dipenjara itu kekuatan, hikmat, keberanian, bimbingan, dan perlindungan. Ketika Petrus dan Yohanes kembali dan menceritakan kepada mereka bagaimana Tuhan sudah menolong mereka menyaksikan nama Yesus dan keselamatan dari-Nya di hadapan para pemimpin bangsa mereka, mereka sangat bersukacita dan memuji Allah. Pada saat yang sama, mereka merasakan kesedihan karena larangan dari mahkamah agama untuk mereka memberitakan nama Yesus, karena mereka semua juga ada di bawah keputusan itu. Mereka sudah berharap bahwa para pemimpin itu akan bertobat. Namun sekarang nampak jelas bahwa mereka semakin mengeraskan hati terhadap Yesus. Mereka sudah berdoa untuk keselamatan para imam kepala dan tua-tua; hasilnya adalah penolakan dan ancaman.

Setelah kedua rasul itu dilepaskan terjadilah mujizat yang lainnya. Gereja tidak membicarakan mengenai bagaimana cara yang terbaik untuk menghindar dari keputusan itu, yang pasti akan menghalangi mereka untuk berbicara di dalam nama Yesus Kristus. Anggota-anggota yang ada juga tidak menyarankan untuk dilakukannya kompromi, atau berhati-hati dalam berbicara, atau menanti saat yang lebih tepat. Justru, mereka bersujud untuk berdoa dan memalingkan pandangan mereka kepada Allah yang menciptakan langit dan bumi dan segala sesuatu yang ada. Mereka memalingkan pandangan dari manusia, fakta, dan dari para penguasa. Yang Mahatinggi adalah Bapa mereka. Bagi Dia mereka akan mengajukan semua permintaan, dan di hadapan-Nya mereka akan menyampaikan semua ancaman dari mahkamah agama, yang sudah bertanggungjawab atas penyaliban Yesus.

Roh Kudus mengarahkan keluarga Allah ini untuk berdoa dalam satu suara, mengucapkan beberapa ayat dari Mazmur 2. Mazmur-mazmur itu, nyanyian pujian dari orang-orang Yahudi, sudah memenuhi hati mereka. Mereka semua menjadi nabi di dalam roh nubuatan. Mereka melihat di dalam apa yang dilakukan pemerintah dan perkembangan di dalam Kekaisaran Romawi pemberontakan manusia melawan Allah dan Mesias-Nya. Kalau saja kita, juga, memiliki wawasan kenabian untuk bisa memahami keadaan kita sendiri di tengah-tengah perkembangan politik, ekonomi dan keagamaan di jaman ini! Dunia ini bergegas menuju kepada masa dimana bangsa-bangsa dan negara-negara yang berbeda akan disatukan di dalam satu pemerintahan besar dunia yang dipimpin oleh antikristus, yang kemudian akan memerangi Allah dan Mesias-Nya.

Pergerakan ini, yang dipimpin oleh roh Iblis, dimulai pada saat itu di Yerusalem, ketika para musuh Allah bertemu untuk membunuh Yesus. Bangsa Yahudi dan penguasa Romawi, meski mereka sangat berbeda, sudah bersatu untuk melawan Mesias Allah. Pilatus, sang Gubernur Romawi, Herodes, sang raja, dan Kayafas, hakim yang licik itu, gagal sama sekali. Penghakiman mereka menjadi tidak berguna dan tidak berarti, karena Kristus yang disalibkan itu tidak tetap membusuk di dalam kubur-Nya. Namun, Ia bangkit, membalikkan semua rancangan jahat manusia menjadi kemenangan Allah. Segala sesuatu turut bekerja mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Allah. Rancangan dari Yang mahatinggi itu tidak terselami, penuh kasih karunia, anugerah, dan belas kasihan. Musuh-musuh Allah harus melayani Dia, karena tidak ada sesuatupun di dunia ini yang bisa terjadi tanpa kehendak Bapa Surgawi kita. Ia tidak meninggalkan kita di tangan-tangan maut.

Dengan iman demikian, kelompok yang berdoa itu mendapatkan keberanian, dan menyerahkan ancaman dari para penguasa itu kepada Allah. Mereka tidak berbicara mengenai masalah dan penganiayaan mereka, tetapi mempercayakan kepada Allah mengenai larangan dari penguasa yang tidak adil itu untuk berbicara mengenai Yesus. Roh Kudus menuntun mereka untuk meminta kepada Tuhan kekuatan tambahan dalam pelayanan mereka menjadi saksi bagi Yesus Kristus. Mereka meminta agar Allah mendukung mereka dengan hikmat, keberanian, dan kekuatan untuk menjelaskan kepada para pendengar mereka tentang Yesus dari Nazaret sebagai Juruselamat dunia. Ini adalah kesaksian yang murni mengenai Firman Allah sendiri. Allah secara langsung berbicara melalui orang yang menjadi saksi akan Yesus dan memberkati kesaksiannya. Dia yang Kudus memanggil semua manusia ke salib-Nya agar Dia bisa menebus, membasuh, dan menyempurnakan mereka. Sudahkah anda, saudara seiman, membuka mulut anda bagi Allah, atau apakah anda masih ketakutan? Apakah anda berdoa meminta keberanian dan meminta karunia kuasa untuk berbicara di bawah tuntunan dan bimbingan dari Roh Kudus?

Mereka yang berkumpul untuk berdoa juga meminta agar ada buah-buah yang muncul dari kuasa Allah. Ketika mereka menyampaikan Firman Allah mereka mengalami kuasa firman itu bekerja di tengah mereka. Mereka tidak mencari tanda-tanda sekedar untuk meneguhkan iman mereka sebagai pribadi. Keseluruhan jemaat memohon kepada Allah untuk adanya kesembuhan dan mujizat untuk memuliakan nama Juruselamat. Mereka ingin agar orang-orang yang ragu dan lemah imannya untuk memahami bahwa tidak ada jalan lain ke surga selain melalui Yesus, yang memegang kunci surga dan neraka di tangan-Nya.

Allah mendengar doa iman yang penuh keberanian itu dan menjawabnya. Ini adalah satu-satunya doa yang bisa kita lihat tulisannya dari jemaat mula-mula. Allah merentangkan tangan berkat-Nya ke atas persekutuan itu sehingga kursi-kursi bergetar dan ruangan itu bergoncang mereka semua dipenuhi dengan Roh Kudus seperti saat Pentakosta. Setiap kali kita berdoa dalam keselarasan dengan Roh kasih Allah, meminta kepada-Nya untuk menyatakan kebenaran-Nya, Allah langsung menjawab doa kita dengan kepastian. Allah menguatkan para pelayan Kristus, menumbuhkan keberanian di dalam diri mereka dan meneguhkan mereka di dalam pengharapan iman. Ia memenuhi mereka dengan kuasa kasih.

Apakah hasil dari doa yang unik ini? Meskipun para penguasa sudah melarang mereka untuk berbicara di dalam nama Yesus, mereka semua menjadi lebih berani dan lebih terbuka berbicara mengenai Juruselamat mereka. Mereka memberitakan nama-Nya di rumah, di jalanan dan lorong-lorong, dan bahkan di pelataran Bait Allah. Tuhan sudah memenuhi mereka dengan pembaharuan di dalam Roh-Nya, dan memperlengkapi mereka untuk menjadi saksi-Nya. Pikirkan dengan sungguh-sungguh makna dari doa yang sangat terkenal dari jemaat mula-mula ini. Anda, juga, saudara seiman, bisa mengambil bagian dalam memberitakannya dengan penuh doa.

DOA: Oh Bapa yang mulia, Engkaulah sang Pencipta, Juruselamat, dan yang Menggenapi hari-hari kami. Dunia ini mengumpulkan bangsa-bangsa untuk melawan Engkau. Oh Tuhan, pandanglah ancaman mereka, dan biarkanlah para hamba-Mu berbicara dengan penuh keberanian. Lakukanlah mujizat, keajaiban, dan tanda-tanda melalui nama Anak-Mu yang Kudus, Yesus.

PERTANYAAN:

  1. Mengapakah pemberitaan Firman Allah sangat penting agar Roh Kudus bekerja?

www.Waters-of-Life.net

Page last modified on September 27, 2012, at 11:20 AM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.50)