Home
Links
Bible Versions
Contact
About us
Impressum
Site Map


WoL AUDIO
WoL CHILDREN


Bible Treasures
Doctrines of Bible
Key Bible Verses


Afrikaans
عربي
Azərbaycanca
Bahasa Indones.
বাংলা
Български
Cebuano
Deutsch
English
Español
فارسی
Français
հայերեն
한국어
עברית
हिन्दी
Kiswahili
Кыргызча
മലയാളം
नेपाली
日本語
O‘zbek
Peul
Polski
Português
Русский
Srpski/Српски
தமிழ்
తెలుగు
ไทย
Türkçe
Українська
اردو
Uyghur/ئۇيغۇرچه
ייִדיש
Yorùbá
中文


ગુજરાતી
Hausa/هَوُسَا
Latina
Magyar
Norsk

Home -- Indonesian -- Lukas -- 081 (Panggilan Yesus kepada Pertobata)

This page in: -- Arabic -- English -- INDONESIAN -- Russian

Previous Lesson -- Next Lesson

LUKAS - Kristus, Juruselamat Dunia
Pelajaran-pelajaran dari Injil Kristus Menurut Lukas

BAGIAN 4 - Pelayanan Yesus dalam Perjalanan ke Yerusalem (Lukas 9:51 - 19:27)

15. Panggilan Yesus kepada Pertobatan (Lukas 13:1-9)


LUKAS 13:1-5
1 Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan. 2 Yesus menjawab mereka: "Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu? 3 Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian. 4 Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem? 5 Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian."

Ketika anda membaca suratkabar apakah anda merasa takut membaca laporan tentang tabrakan, bencana, dan skandal? Kalau demikian maka ketahuilah bahwa kecelakaan terjadi setiap saat. Betapa luar biasa bahwa Yesus tidak berbicara mengenai kesalahan orang-orang yang menyebabkan semua kesusahan itu, karena tahu bahwa semua pelaku kejahatan akan dihukum dengan adil oleh Allah, meskipun mereka adalah para raja, penguasa, dan pejabat pemerintah seperti Pontius Pilatus yang mengejek orang banyak, menginjak-injak apa yang mereka anggap kudus, dan menghina Allah, mentertawakan korban penghapus dosa. Karena itu Yesus tahu bahwa ketidakadilan akan mendapatkan hukuman yang setimpal.

Kristus mengajak orang-orang yang mendengarkan pengajaran-Nya untuk mempertimbangkan: Mengapakah bencana hanya terjadi kepada sebagian kecil dari antara umat manusia saja? Mereka yang mendengar pengajaran-Nya itu juga sebenarnya layak untuk mati, karena semua manusia terkena kutuk kesakitan, kesedihan dan kematian, karena semua manusia sudah melakukan dosa. Karena itu kita tidak memiliki hak untuk bisa tetap bertahan dan menikmati kehidupan, tetapi kita sendiri juga selangkah demi selangkah mendekat kepada hukuman kebinasaan dari Allah. Jangan mendustai diri anda sendiri tentang keadaan diri anda, karena tidak ada satupun manusia yang baik atau benar. Semua manusia hidup tanpa Allah, cemar di dalam pikiran dan perbuatan. Anda dan saya layak untuk mati saat ini juga. Ini kebenaran yang sangat nyata.

Yesus menyatakan dengan jelas bahwa orang-orang yang menjadi korban bencana itu bukanlah mereka yang lebih jahat dibandingkan dengan orang-orang lain, meskipun Ia menegaskan bahwa hukuman mereka langsung datang dari Allah. Tidak ada sesuatupun yang terjadi di dunia ini yang berada di luar kehendak Ilahi. Seringkali sejarah manusia sebenarnya merupakan sejarah murka Allah.

Kristus menegaskan kepada kita bahwa tidak ada perbedaan antara orang-orang yang paling berdosa dengan yang paling sedikit dosanya, antara orang-orang yang saleh dengan yang jahat, antara yang menganggap diri benar dengan yang tidak percaya kepada Allah. Di hadapan Allah manusia pada hakekatnya sangat jahat, karena hati mereka dipenuhi dengan pikiran jahat. Semua kecemaran yang tersembunyi di dalam pikiran anda terlihat dengan jelas oleh Yang Mahakudus. Jadi jangan menganggap diri lebih baik daripada penjahat manapun, karena kalau anda menolak atau membenci seseorang, anda akan dianggap sebagai pembunuh yang kejam di mata Tuhan.

Berhati-hatilah bahwa masing-masing dosa anda adalah pelanggaran terhadap kekudusan Allah sendiri, sebagaimana yang dikatakan-Nya, “Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” Tuhan menganggap semua kesalahan di dalam pikiran, perkataan dan perbuatan anda sebagai ketidaktaatan dan pemberontakan terhadap kehendak-Nya yang kekal. Anda bersalah secara pribadi di hadapan Allah.

Yesus menuntun para pendengar-Nya kepada pemikiran yang lain: Mengapakah Allah memberikan kesempatan kepada mereka, dan tidak langsung membinasakan mereka, sebagaimana Dia membinasakan orang-orang yang tertimpa menara dan mati? Jadi, dalam memberikan peringatan akan murka Allah, Yesus menunjukkan kepada mereka jalan keluar dari kebinasaan yang akan datang. Menurut anda, apakah jalan keluar dari murka, kutuk, dan kebinasaan? Tidak ada jalan lain selain dari kembali kepada Allah, menanggalkan kesombongan, dan mengaku dengan hati yang remuk: “Ya Allah, berikanlah belas kasihan kepada hamba seorang yang berdosa!” Apakah anda masih sombong dan merasa diri benar, atau apakah anda mencari Allah dengan pertobatan dan kerendahan hati? Apakah anda mengkritik orang-orang di sekitar anda, dan menghakimi musuh-musuj anda, atau apakah anda menyadari bahwa anda sendiri adalah seorang berdosa?

Kristus tidak hanya memberikan peringatan kepada anda tentang kesombongan, tetapi ia memberikan peringatan kepada semua manusia, memanggil semua untuk kembali, karena kalau kita tidak bersegera bertobat dan mengubah keadaan masyarakat kita, maka sebuah perang dunia yang baru akan menelan kita semua. Kita akan berdiri di hadapan tahta Hakim yang kekal. Sudahkah anda mengampuni musuh-musuh anda atas kesalahan mereka, dan mengembalikan setiap rupiah yang anda curi dari orang-orang lain? Aturlah kehidupan anda saat anda masih hidup, karena maut sudah di ambang pintu.

DOA: Oh Tuhan yang kudus, kami bersyukur karena Engkau masih belum menghukum kami. Berikanlah anugerah kepada kami yang berdosa. Engkau mengenal masa lalu kami. Karena itu, basuhkanlah kami dari semua kelemahan kami, dan kuduskanlah kami dengan kesabaran-Mu sehingga kami bisa menuntun teman-teman kami ke dalam pertobatan agar murka-Mu tidak menelan kami.

PERTANYAAN 90: Mengapakah Kristus memperingatkan kita dengan keras tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi?

www.Waters-of-Life.net

Page last modified on May 01, 2017, at 05:24 PM | powered by PmWiki (pmwiki-2.2.50)